Posterous theme by Cory Watilo

Kau yang Disana

Selamat malam yang di sana. Bila sekarang kau lebih memilih untuk berdiri di tanah tak bertuan. Padaku pun menjadi misteri. Maka mulut ini juga tak bisa berucap apa. Sampai jumpa di lain waktu, ketika semua lebih dari cukup untuk menunggu. Kau yang disana.

Selamat malam yang disana. Kau yang hanya bisa kusapa dengan isyarat tanpa kata. Walau kau memilih untuk tiada...aku disini melihat dari apa yang kita sebut sederhana. Pada angin hanya bisa merasa. Pada air hanya bisa basah. Apa adanya.
Kau yang disana.

Selamat malam, kau yang disana. Padukah bila mata terbuka tapi tak bisa melihat jua? Jika harus ku ulur tali abu, melangkah kecil-kecil sambil memegang tali abu. Tapi kepada apa aku bisa menuju?

 

Armilia, 23, 24, 25 Maret 2012